Label

Total Tayangan Halaman

Sabtu, 04 Februari 2012

Cahaya dan Kebaikan

Cahaya adalah kebaikan
Kebaikan adalah cahaya

Cahaya memancar disekitarnya sehingga apa-apa yang semestinya nampak, maka nampaklah ia
Cahaya yang mampu manampakkan warna asli dari setiap yang ada, hanyalah cahaya putih
Bukan cahaya berwarna-warni seperti dalam pesta.

Kebaikan mampu membukakan mata, baik mata hati, pikiran dan mata kepala.
Satu kebaikan ada yang menimbulkan kebaikan lainnya.
Ada satu kebaikan yang mempunyai usia sepanjang masa.
Namun ada juga kebaikan yang hanya sesaat saja.

Kebaikan akan menjadi cahaya jika disambungkan kepada sumber segala sumber cahaya.
Sesungguhnya yang mampu menebar n memancarkan cahaya hanyalah pemiliki cahaya.
Tanpa itu semua, maka kebaikan tak mempunyai daya pancar.
Inilah yang dimaksud fatamorgana kebaikan, kebaikan semu dan kebaikan palsu.
Olehkarenanya, keikhlasan adalah telaga kebaikan dan berarti telaga cahaya.
Akankah sebuah telaga itu menjadi samudra…? Mengapa tidak…?
Jika setiap ruas, sel dan bahkan molekul yang ada pada diri adalah kebaikan.
Bagaimana bisa…? Jika masing-masing mampu berbuat kebaikan tanpa henti.
Bagaimana caranya …? Dengan membingkai semua amal lahir, batin dan sir dalam ridlo dan syukur serta denyut dzikir yang terus mengalir.

Senyuman adalah cahaya
Memberi adalah cahaya
Mengabdi adalah cahaya
Berfikir adalah cahaya
Menganalisis adalah cahaya
Membaca adalah cahaya
Menahan lapar adalah cahaya
Doa-doa adalah cahaya

Ada cahaya yang memancar dan semakin terang
Namun ada pula cahaya yang ketika dipancarkan berpendar dan semakin hilang

Tidak ada komentar: